Latest News

Rasulullah Muhammad SAW Mencintai Al Quds



Oleh : Ust. Azzam Mujahid Izzulhaq

Bagaimana kalian mengaku cinta kepada Sayyidina Rasulullah Muhammad saw sementara kalian tidak mencintai masjid yg dicintai Baginda?

Rasulullah saw ketika ditanya oleh sahabat Saddad bin Aus ra, ketika beliau sedang sakaratul maut,

‎إِذَا ابْتُلِيْنَ بِالْبَقَاءِ بِمَا تَنْصَحُ لَنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: عَلَيْكَ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ

“Jika kami telah engkau tinggalkan, apa yang engkau perintahkan kepada kami wahai Rasulullah?" Rasullah saw menjawab: "Pergilah kalian ke Baitul Maqdis."

Kenapa bukan Makkah dan Madinah yang dinasehatkan Rasulullah? Kenapa ke Baitul Maqdis? Inilah bukti Nabi Muhammad saw begitu mencintai Masjid Al Aqsha.

Rasulullah juga sangat sering menyebut Masjid Al Aqsha dalam haditsnya, sehingga para sahabat mengira Masjid Al Aqsha kedudukannya lebih mulia dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawai. Akhirnya, sahabat Abu Dzar ra bertanya kepada Sayyidina Rasulullah Muhammad saw:

‎أَيُّهُمُا أَفْضَلُ، الصَّلاَةُ فِي مَسْجِدِكَ أَمِ الصَّلاَةُ فِي الْمَسْجِدِ اْلأَقْصَى؟ قَالَ: الصَّلاَةُ فِي مَسْجِدِيْ أَفْضَلُ بِأَرْبَعٍ مِنَ الصَّلاَةِ فِي اْلمَسْجِدِ اْلأَقْصَى. وَلَنِعْمَ الْمُصَلىُ. وليُوْشِكنُ أَنْ لا يَكُوْنَ لِرَجلٍ مِثْلَ شَطْنِ فَرَسِه من الارض حيثِ يَرَى مِنْه بَيْتَ اْلمَقْدِسِ خَيْرٌ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا (رواه الحاكم)

"Mana yang lebih utama, shalat di Majid Nabawi atau shalat di Masjid Al Aqsha?" Rasulullah saw menjawab, "Shalat di Masjid Nabawi lebih utama empat kali lipat dibanding shalat di Masjid Al Aqsha. Tetapi Masjid Al Aqsha adalah sebaik-baik tempat shalat. Seseorang yg memiliki tanah sekitar 2 meter, dari tanah itu dia melihat Baitul Maqdis, itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Al Hakim)

Lihat hadits ini, hanya melihat saja, lebih baik dari dunia dan sisinya, bagaimana dengan shalat di dalamnya? Bagaimana dengan ribath di dalamnya? Bagaimana jika kita berjihad membela dan memuliakannya?

Wahai Ummat Nabi Muhammad...

Bagaimana kalian tidak marah tempat Isra’ dan Mi’raj Sayyidina Rasulullah Muhammad saw dirusak, dibakar, dan diblokir? Bagaimana kalian tidak marah bahwa Al Quds, yg dimerdekakan oleh Sayyidina Umar ibn Khatthab ra, yg direbut kembali dari penguasaam kaum kuffar oleh Shalahuddin Al Ayyudi ra, kini dianggap menjadi miliknya Israel?

Bagaimana mungkin umat Islam yang berjumlah 1,5 Milyar terdiam melihatan kezaliman Zionis Israel yg jelas di depan mata? Menistakan masjid yg keberkahannya disebtukan 6 kali dalam Al-Quran. Satu-satunya masjid yg namanya diberi oleh Allah langsung, oleh Rasulullah, dan diberian juga oleh para ulama; Masjid Al Aqsha, Baitul Maqdis, dan Al Baitu Al Muqaddas.

Terakhir, saya ingin menyampaikan sabda dari Sayyidina Rasulullah Muhammad saw tentang Masjid Al Aqsha. Rasulullah saw diminta fatwa oleh seorang Shahabiyah, Sayyidah Maimunah bintu Sa'ad ra:

‎عَنْ مَيْمُونَةَ بِنْتِ سَعْدٍ، مَوْلَاةِ النَّبِيِّ قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ، قَالَ: ((أَرْضُ الْمَحْشَرِ، وَالْمَنْشَر،ِ ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاةً فِيهِ كَأَلْفِ صَلَاةٍ فِي غَيْرِهِ))، قُلْتُ: أَرَأَيْتَ إِنْ لَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ أَتَحَمَّلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: ((فَتُهْدِي لَهُ زَيْتًا يُسْرَجُ فِيهِ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَهُوَ كَمَنْ أَتَاهُ)). وفي رواية فهو كمن صلى فيه.

"Berikan fatwa kepada kami tentang Baitul Maqdis!" Rasulullah menjawab, "Baitul Maqdis adalah negeri padang mahsyar dan negeri kiamat. Datanglah kalian ke Baitul Maqdis dan shalatlah di sana, karena satu kali shalat di Masjid Al-Aqsha sama dengan seribu kali shalat di masjid-masjid selainnya." Maimunah berkata, "Bagaimana jika aku tidak bisa datang ke sana? Apa yg harus aku lakukan wahai Rasulullah?" Rasulullah saw menjawab, "Kirimkan minyak yang digunakan untuk menerangi lampu yg ada di Baitul Maqdis. Siapa yang melalukannya, maka dia seperti orang yg mendatanginya, (dalam riwayat lain), seperti orang yg shalat di dalamnya."

Kita diwajibkan datang ke sana dan shalat di sana. Untuk mendapatkan pahala 1000 kali lipat. Tetapi gara-gara Israel, kita terhalang untuk mendapatkan kemuliaan ini. Untuk masuk kesana, setidaknya kita diwajibkan 'berinfaq' kepada Israel dengan membayar visa Israel sebesar USD 100 per orangnya. Bahkan, ramainya umat Islam yg datang ke Al Aqsha kemudian dijadikan pembenaran bahwa umat Islam mendukung Yerussalem menjadi ibukota Israel.

Tetapi apa fatwa Rasulullah jika kita tidak bisa datang ke sana? Kita diwajibkan mengirimkan minyak. Maksudnya kita disuruh menjaga masjid Al Aqsha, lampunya tidak boleh redup, lampunya tidak boleh mati.

Dengan kejadian penutupan Masjid Al Aqsha, maka kewajiban telah datang kepada kita, mengirimkan bantuan untuk menjaga Masjid Al Aqsha, renovasi, untuk para penjaga Masjid Al Aqsha. Dan ini membutuhkan kerja yang terus menerus dan berkesinambungan.

Ada yg bisa kita lakukan. Setidaknya:

1. Mengeluarkan harta kita untuk turut serta menjaga Masjid Al Aqsha dan menyokong saudara kita yg sedang berjihad langsung di sana.

2. Memboikot setiap produk-produk orang kafir yg berafiliasi kepada Zionis Israel.

3. Berdoa di setiap shalat kita, dalam sujud terakhir kita, dalam doa qunut yg kita panjatkan, di setiap akhir sholat kita, di setiap waktu mustajab dan bahkan di setiap saat di mana pun kita berada.

4. Pasang gambar wallpaper yg mengingatkan kita kepada Masjid Al Aqsha di rumah, di kantor, di layar komputer dan telepon genggam kita.

5. Bersama-sama melakukan aksi massa. Menuntut dan menyatakan pada dunia bahwa yg membela Masjid Al Aqsha dan Palestina ada di setiap penjuru dunia.

6. Memasang atribut (kaos, slayer, pin, bros, topi, tas dan apapun juga) yg bertemakan tentang Masjid Al Aqsha dan Palestina.

Gaungkan ke seluruh dunia bahwa: Saya Muslim! Saya Indonesia! Saya Palestina!

#AMI
#SelamatkanPalestina
#AlQudsIbukotaPalestina
#SelamatkanDuniaIslam
#LintasanPikiran

No comments :

Post a Comment

Syukron atas komentarnya, HAMASAH!!!

Theme images by Bim. Powered by Blogger.